Hei, kamu...Ya, kamu!
Yang telah memperdengarkan dengan paksa telingaku lagu itu
Lagu yang segera saja mengkontaminasi perasaanku hingga bernafsu merampok lagu-lagu sang dewi lainnya (ya, ya, membajak itu sama dengan penjahat. Kau sudah teriakan itu padaku)
Lagu itu pula yang kau persembahkan untuknya
Ya, betul dia...!
Dia yang mengantungi sebagian besar hatimu (karena kau harus membagi hatimu untuk yang lain juga sayang)
Dia yang entah dengan sengaja atau tidak telah kau suguhkan padaku dan mengambil bagian dari sedikit waktuku
Bagian yang pada akhirnya kau sangsikan keabsahannya
Hei, kamu...Ya, kamu!
Yang membangkitkan sepercik rasa kagum akan sesuatu pada dirimu dipertemuan perdana kita setelah sekian waktu berlalu
Sesuatu yang tidak bisa aku kisahkan kecuali lewat goresan pendek kata-kata yang ku sisipkan untukmu
Kata-kata yang juga sempat menguarkan aroma curiga menelusup diantara kau dan dia
Merayu bukanlah keahlianku...kalau tidak, simpanan kekasihku pasti sudah memenuhi saku
Sesungguhnya itu yang aku lihat didirimu, sesuatu yang mungkin kau kira hanyalah permainan kata-kata dariku
Dia, benar dia!
Karena apa aku dan dia bisa bersua, kurasa kalian berdua tahu adanya
Sampai aku dan dia sepakat dalam kata, sepaham dengan logika dan bertahan digaris batasan masing-masing privasi
Jangan khawatirkan kebersamaan ini, ikatan karib aku dan dia masih butuh berhari-hari, berbulan-bulan dan bertahun-tahun kemudian untuk lulus uji
Berjalan, berlari, terjatuh dan bangkit kembali
Kau dan Dia, kalian berdua!
Yang berhasil dengan gemilang mengacaukan logikaku, mempertanyakan kembali prinsipku
Membawaku galau diperbatasan salah dan benar, baik dan buruk, setia dan ingkar
Ya, aku memang tidak merestui apa yang kalian bina...
Aku merestui kebahagiaan kau dan dia, apapun itu
Pesan untukmu...Kau yang sedang merangkai kembali hati yang porak-poranda karenanya, kuharap kau temukan kembali apa yang hilang dan sedang kau cari. Bahagiamu, hanya kau yang tahu, bukan aku, bukan juga dia
Pesan untuknya...Dia yang terpuruk dan memungut satu demi satu serpihan-serpihan hati, kalut dalam kesendirian menggapai-gapai sesuatu untuk digenggam. Bertahanlah, walau hanya sebatas ini mampuku untuk meraihnya, bersabar kawan...bersabarlah
Pesan untukku...Minum segera obat sakit kepala dan lekas tidur, jangan meracau terus
Selasa, 26 Januari 2010
Minggu, 24 Januari 2010
Berhenti Jadi Teman
Aku mau berhenti jadi teman...
Semua persyaratan yang dibutuhkan telah aku ajukan
Hasilnya, aku gagal...
Salahku sendiri masih peduli, masih mau mengerti, masih tetap menyayangi
Kalau saja kepedulianku bisa menguap dan tidak meninggalkan jejak
Seandainya saja pengertian yang hampir aku habiskan tidak buru-buru diisi ulang
Coba saja aku bisa memanipulasi hati agar mengganti sayang yang kuberi menjadi benci
Permohonanku ditolak
Karena ternyata semua rasa itu masih membukit memenuhi ladang hati
Yah, mungkin lain waktu akan kucoba lagi untuk berhenti jadi teman
Eh, tapi aku jadi tidak yakin...berhenti tidak ya?!
Berhenti...tidak...berhenti...tidak...
Biarlah kupikirkan saja nanti..."Mari kawan, kita bermain bersama!"
Akan ku kisahkan cerita-cerita lucu yang dapat membuatmu tertawa seperti biasa
Semua persyaratan yang dibutuhkan telah aku ajukan
Hasilnya, aku gagal...
Salahku sendiri masih peduli, masih mau mengerti, masih tetap menyayangi
Kalau saja kepedulianku bisa menguap dan tidak meninggalkan jejak
Seandainya saja pengertian yang hampir aku habiskan tidak buru-buru diisi ulang
Coba saja aku bisa memanipulasi hati agar mengganti sayang yang kuberi menjadi benci
Permohonanku ditolak
Karena ternyata semua rasa itu masih membukit memenuhi ladang hati
Yah, mungkin lain waktu akan kucoba lagi untuk berhenti jadi teman
Eh, tapi aku jadi tidak yakin...berhenti tidak ya?!
Berhenti...tidak...berhenti...tidak...
Biarlah kupikirkan saja nanti..."Mari kawan, kita bermain bersama!"
Akan ku kisahkan cerita-cerita lucu yang dapat membuatmu tertawa seperti biasa
Rabu, 13 Januari 2010
Berharga...
Sahabat bertanya padaku, "Apa yang paling berharga untukmu?"
"Selain mereka yang bertalian darah denganku, tentu saja kau!"
Masihkah kau ragukan itu...?
"Selain mereka yang bertalian darah denganku, tentu saja kau!"
Masihkah kau ragukan itu...?
Jumat, 08 Januari 2010
Aku dan Waktu
Bertatapan dengan Waktu yang berwajah bengis disatu permulaan hari.
"Jadi kau akan mengejarku?" Tanyanya tersenyum sinis, "Aku tidak akan berhenti dan menunggumu, kau tahu?!".
"Seperti yang terjadi kemarin, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun yang lalu. Kau akan tertinggal jauh dariku sampai kau harus menangis, merengek bahkan mengiba agar aku berhenti berlari sehingga kau dapat mendekatiku dengan kaki-kaki lemahmu itu." Katanya lagi, sedingin angin laut yang memburu dicelah-celah pepohonan. Menusuk pori-pori dan menggigilkan tulang-belulang tubuhku.
"Ah sudahlah tak perlu banyak bicara, segera saja kau berlari!" Jawabku, "Kalaupun aku tak bisa menyaingi derap langkahmu aku tetap akan menguntit tepat dibalik punggungmu, hingga kau muak dan berhenti menoleh!". Sebab kali ini aku telah siap.
"Jadi kau akan mengejarku?" Tanyanya tersenyum sinis, "Aku tidak akan berhenti dan menunggumu, kau tahu?!".
"Seperti yang terjadi kemarin, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bertahun-tahun yang lalu. Kau akan tertinggal jauh dariku sampai kau harus menangis, merengek bahkan mengiba agar aku berhenti berlari sehingga kau dapat mendekatiku dengan kaki-kaki lemahmu itu." Katanya lagi, sedingin angin laut yang memburu dicelah-celah pepohonan. Menusuk pori-pori dan menggigilkan tulang-belulang tubuhku.
"Ah sudahlah tak perlu banyak bicara, segera saja kau berlari!" Jawabku, "Kalaupun aku tak bisa menyaingi derap langkahmu aku tetap akan menguntit tepat dibalik punggungmu, hingga kau muak dan berhenti menoleh!". Sebab kali ini aku telah siap.
Selasa, 22 Desember 2009
Ajari Aku Berteman
Ku pikir, aku adalah teman yang baik
Ku rasa, aku adalah teman yang menyenangkan
Aku juga teman yang pengertian
Hey, coba dengar ketika kawan ungkapkan kegalauannya tentangmu
Kau tak sebaik yang kau pikir, bukan?
Tidak cukup menyenangkan juga seperti yang kau rasakan
Pengertian?! Jangan bercanda, sebaiknya lihat diri baik-baik
Hhmm....selama ini terlalu percaya diri rupanya
Sudah tak perlu mengingat-ingat kebaikan yang kau berikan
Nyatanya lupa dengan kebaikan yang telah kau terima, masih saja merasa lebih baik dari kawanmu itu
Lupakan saja soal pengertian yang kau anggap sudah maksimal
Buktinya tidak mengerti juga saat kawanmu merasa tersisih dan tak dihargai, tidak perlu berkilah akui saja memang begitu adanya
Karena itu kawan, tolong ingatkan aku jika hati mulai menilai diri ini terlalu tinggi
Sebab aku tidak berniat menjadi teman yang sempurna bagimu, cukup menjadi seorang yang bisa menemani kala kau merasa sendiri
Bila kau tidak cukup aku mengerti, berikan saja pengertianmu padaku dan bersabarlah karena aku masih akan terus belajar untuk itu
Ajari aku terus kawan, dengan begitu kau membantuku menjadi teman yang lebih baik dimasa depan...Semoga!
Ku rasa, aku adalah teman yang menyenangkan
Aku juga teman yang pengertian
Hey, coba dengar ketika kawan ungkapkan kegalauannya tentangmu
Kau tak sebaik yang kau pikir, bukan?
Tidak cukup menyenangkan juga seperti yang kau rasakan
Pengertian?! Jangan bercanda, sebaiknya lihat diri baik-baik
Hhmm....selama ini terlalu percaya diri rupanya
Sudah tak perlu mengingat-ingat kebaikan yang kau berikan
Nyatanya lupa dengan kebaikan yang telah kau terima, masih saja merasa lebih baik dari kawanmu itu
Lupakan saja soal pengertian yang kau anggap sudah maksimal
Buktinya tidak mengerti juga saat kawanmu merasa tersisih dan tak dihargai, tidak perlu berkilah akui saja memang begitu adanya
Karena itu kawan, tolong ingatkan aku jika hati mulai menilai diri ini terlalu tinggi
Sebab aku tidak berniat menjadi teman yang sempurna bagimu, cukup menjadi seorang yang bisa menemani kala kau merasa sendiri
Bila kau tidak cukup aku mengerti, berikan saja pengertianmu padaku dan bersabarlah karena aku masih akan terus belajar untuk itu
Ajari aku terus kawan, dengan begitu kau membantuku menjadi teman yang lebih baik dimasa depan...Semoga!
Sabtu, 28 November 2009
Sebuah Pilihan
Hidup adalah pilihan, tapi aku lebih suka mengatakan selama kau hidup maka akan selalu ada kesempatan untuk memilih.
Entah berapa kali kita merasa terpaksa harus memilih sesuatu yang tidak diinginkan karena alasan tidak ada pilihan lain, benarkah?
Mungkin ya, atau itu terjadi hanya karena aku tidak menyadari kalau punya kesempatan membuat pilihan lain, atau juga malah aku yang terlalu pengecut untuk memilihnya.
Sebagian orang menuntut dirinya bahkan orang lain untuk bisa membuat pilihan yang benar.
Tapi bagaimana mungkin aku bisa melihat pilihan itu benar ketika kesalahan yang menjadi ukuran benar itu sendiri selalu dihindari.
Bukankah berkaca pada kesalahan justru membuat kita selangkah lebih dekat dengan kebenaran.
Bagiku pilihan itu bagai dua sisi mata uang, ketika kau mengambil satu sisinya maka sisi lainnya suka atau tidak harus kau miliki.
Karena setiap pilihan yang tepat sekalipun akan diiringi dengan tanggung jawab untuk menjalaninya.
Pilihlah dengan keyakinan karena menghindarinya akan membuatmu seperti berlari mengelilingi sebuah lapangan yang membawamu kembali keposisi semula.
Sekarang, sudahkah kau menjatuhkan pilihan?
Entah berapa kali kita merasa terpaksa harus memilih sesuatu yang tidak diinginkan karena alasan tidak ada pilihan lain, benarkah?
Mungkin ya, atau itu terjadi hanya karena aku tidak menyadari kalau punya kesempatan membuat pilihan lain, atau juga malah aku yang terlalu pengecut untuk memilihnya.
Sebagian orang menuntut dirinya bahkan orang lain untuk bisa membuat pilihan yang benar.
Tapi bagaimana mungkin aku bisa melihat pilihan itu benar ketika kesalahan yang menjadi ukuran benar itu sendiri selalu dihindari.
Bukankah berkaca pada kesalahan justru membuat kita selangkah lebih dekat dengan kebenaran.
Bagiku pilihan itu bagai dua sisi mata uang, ketika kau mengambil satu sisinya maka sisi lainnya suka atau tidak harus kau miliki.
Karena setiap pilihan yang tepat sekalipun akan diiringi dengan tanggung jawab untuk menjalaninya.
Pilihlah dengan keyakinan karena menghindarinya akan membuatmu seperti berlari mengelilingi sebuah lapangan yang membawamu kembali keposisi semula.
Sekarang, sudahkah kau menjatuhkan pilihan?
Kamis, 19 November 2009
Bicara Tentang Cinta
Mari duduk sebentar bersamaku dan kita bicara tentang cinta
Sebuah kata yang bisa mempengaruhi hidupku dan juga hidupmu
Kata yang telah menjadi awal sebuah kisah
Entah berjalan mudah atau membuat gundah
Menjadi akhir suatu penantian berjuta harap
Terhadap bahagia yang bagai mimpi
Akankah cinta menjadi alasan untuk mengekang
Dan cemburu membutakan hati berbuah benci?
Haruskah cinta menjadikan pengorbanan diri sebagai pembuktiannya?
Aku rasa itu bukan bentuk cinta…
Cinta adalah tulus hati
Kasih dan sayang adalah saudara yang tak terpisahkan
Maka sejatinya cinta tak perlu kata untuk mendefinisi
Sebab hati tak pernah mengatakan tapi merasakan
Jadi, dengarkan cinta dengan hati jangan dengan telinga
Karena cinta tak ada di sana...
Sebuah kata yang bisa mempengaruhi hidupku dan juga hidupmu
Kata yang telah menjadi awal sebuah kisah
Entah berjalan mudah atau membuat gundah
Menjadi akhir suatu penantian berjuta harap
Terhadap bahagia yang bagai mimpi
Akankah cinta menjadi alasan untuk mengekang
Dan cemburu membutakan hati berbuah benci?
Haruskah cinta menjadikan pengorbanan diri sebagai pembuktiannya?
Aku rasa itu bukan bentuk cinta…
Cinta adalah tulus hati
Kasih dan sayang adalah saudara yang tak terpisahkan
Maka sejatinya cinta tak perlu kata untuk mendefinisi
Sebab hati tak pernah mengatakan tapi merasakan
Jadi, dengarkan cinta dengan hati jangan dengan telinga
Karena cinta tak ada di sana...
Langganan:
Postingan (Atom)