Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Sombong

Jangan jadi orang miskin yang sombong....

Ketika kau tak berdaya tapi terlalu angkuh untuk meminta

Minggu, 30 Oktober 2011

Tidak Ada Batasan

Beginilah jadinya kalau hatimu berbicara lebih dari yang seharusnya
Jadi akan kau apakan ia?
Menyumpalnya rapat-rapat, hingga berbisikpun tak dapat?

Tapi hatimu tidak berbicara dengan dengan mulut yang terbuka
Ia berbicara lewat getaran-getaran yang mendesirkan nadi-nadi dan mendesak aliran darah
Membuat akalmu tak kuasa memberikan perintah

Apa yang bisa kau lakukan ketika perasaan sudah berkenan?
Aku tahu betapa sulitnya kau mengeluarkan segala daya untuk coba mengaturnya
Seakan setiap sendi-sendi bersumpah setia untuk menolak

Dan kau memikirkan untuk pasrah melawan semua inginnya
Melepaskan hatimu melakukan kehendaknya
Puaskah ia?...Tidak kawan, karena perasaan tidak pernah mampu berikan batasan

Senin, 05 September 2011

Berusaha!

Ternyata aku ini lemah justru terhadap diri sendiri
Apa yang aku butuhkan sering kali tersamar dengan keinginan
Dan itu masih harus diperumit dengan tidak tahu apa yang aku inginkan

Aku ini pemimpi....bahkan tidak perlu tertidur untuk itu
Ini membuat kenyataan jadi sesuatu yang bisa menyakiti
Dan aku sibuk mengumpulkan ketakutan untuk dijadikan alasan berlindung dalam mimpi

Seharusnya tidak ada yang salah dengan impian
Hanya saja ketika itu jadi sandaran hidup, aku gamang, kalut, bimbang, takut...
Karena mimpi selalu lebih menarik sebelum ia terwujud

Tidak bisa mengandalkan orang lain untuk merubahku
Lakukan sendiri, jadilah berani
Sudah saatnya memberi sanksi pada hati yang kelewat ikut campur urusan hidup

Mulai menempatkan logika untuk dapat porsi yang sama
Jangan cengeng! Dunia sudah muak dengan itu
Lelah mengasihani diri, cukup minta dimengerti, berhenti dipermainkan perasaan

Aku harus segera selesaikan
Masalah yang ku timbulkan, ketakutan yang ku buat sendiri, dan galau yang ku biarkan menjadi besar
Aku masih harus belajar bermimpi dengan benar, mimpi yang membangunkanku pada kenyataan bukan yang membuatku hidup didalamnya

Senin, 23 Mei 2011

Mimpiku Disana

Biarkan aku menjadi milik masa depan yang terhampar tak berjejak
Samar-samar, hanya samar-samar yang terlihat
Itu saja sudah cukup memanaskan harapan untuk tetap bergejolak

Ingin kesana...menuruti kata hati
Meninggalkan semua yang terbangun disini
Bukan karena tidak cukup beharga untuk dimiliki
Tetapi karena mimpiku bukan berujung ditempat ini

Jumat, 25 Februari 2011

Tanpa Rasa

Aku sedang sibuk berburu...WAKTU
Yang mulai tampak membosankan dan tidak menarik untuk dikejar!

...apa yang terlihat dikejauhan tidak selalu mengesankan ketika mendekat...

Jumat, 03 Desember 2010

Syarat dan Ketentuan Berlaku

Ketika mendekatimu adalah usaha yang harus terlihat sempurna

Ketika ketulusan ditakar dengan besarnya balasan pengorbanan yang telah kau berikan

Dan ketika menjadi diri sendiri membuatmu memuntahkan segenap peluru ketidak-sukaan yang langsung merobohkan kepercayaan

Maka, aku tidak akan pernah bisa memenangkan sayembara pertemananmu
Berikut dengan segala syarat dan ketentuan yang berlaku

Senin, 06 September 2010

Menahan Diri

Bukankah seharusnya kita menahan diri?
Lalu kenapa masih juga memanjakan keinginan yang sudah tidak masuk akal

Heran, betapa kau mampu memikirkan hal yang tidak terlalu berarti sampai begitu rupa
Hanya ketika semua itu menghalangi inginmu

Seandainya saja kau bersedia lakukan itu disaat tidak ada kepentinganmu disana
Mungkin aku akan menilaimu berbeda

Kamis, 12 Agustus 2010

Belahan Hati

Memikirkanmu, seperti tak ada habisnya

Kau yang hampir saja membuatku putus asa akan hadirmu
Apakah kau begitu bahagia disana hingga melupakanku yang lelah menunggu?

Ah, kau tidak percaya aku begitu nelangsa tanpamu
Apa karena aku terlihat menikmati hidup ini hingga tak perlu kau disisiku?

Hmm, masih juga kau ragukan aku
Bukankah kau yang lebih tahu isi hatiku dibanding mereka?

Aku hanya berharap kau lekas datang dan menyudahi penantianku
Sebelum rasa ini padam dan rinduku memudar

Untukmu yang masih kusediakan ruang khusus dihatiku
Karena aku masih percaya padamu

Walau entah sampai kapan....

Jumat, 06 Agustus 2010

Munafik atau Tidak? Tentukan Saja Sendiri!

"Setidaknya dia TIDAK MUNAFIK." Itu pendapat mereka
Ketika dia mencumbu seorang perempuan yang sengaja disewa untuknya tanpa ada malu apalagi ragu dan sengaja lupa dengan yang sedang menunggunya dirumah

Tidak munafik karena dia tidak merasa perlu menutupi itu semua di hadapan aku dan mereka
Aku jadi mempertanyakan kembali apa arti MUNAFIK sebenarnya

Apakah itu berarti ketika aku merasa malu dan tidak mengumbar sisi burukku itu berarti munafik?
Atau jika aku melawan keinginanku sendiri yang dengan kesadaran penuh aku tahu itu salah sama saja dengan munafik?

Betapa dunia dipenuhi orang-orang yang tidak munafik kalau begitu
Orang-orang yang tidak merasa sungkan berlaku curang dan mendahulukan egonya
Orang-orang yang berbangga hati mempertontonkan ketidak setiaannya dan bersandiwara pada pasangan setelahnya
Juga sekumpulan manusia lainya yang tidak merasa terganggu dengan itu semua

Aku memang MUNAFIK! Silahkan teriakan dengan lantang diwajahku
Sebab aku tidak mampu memenuhi semua persyaratan untuk menjadi TIDAK MUNAFIK seperti itu

Selasa, 27 Juli 2010

Berusaha Saja

Ketika kau bertanya padaku, "Apa yang harus aku lakukan?"
Kau seharusnya juga tahu aku tidak punya jawaban
Bagaimana mungkin aku lebih tahu tentang hidupmu melebihi dirimu sendiri

Lain waktu kau berkata, "Aku perlu kau untuk mengingatkan!"
Tidakkah kau ingat kalau hanya itu yang dapat aku lakukan untuk hidupmu
Dan kau mungkin perlu diingatkan juga kalau aku bisa saja lengah dan alpa

Mengertikah kau, adakalanya saat aku tersandung dan terluka
Aku hanya ingin kau ada tanpa pinta dan kata-kata
Biarkan saja jawaban atas pertanyaan hidupku itu menjadi bagian dari proses pendewasaanku

Sering kali kita merasa jadi korban atas kesalahan yang diperbuat
Tapi apakah itu cukup membuat kita jera untuk tidak tergoda?
Kau dan aku punya kesempatan yang sama bagi tindakan bodoh yang kita sesali hingga merasa hina

Kita pantas malu dan memang seharusnya begitu
Karena itu aku butuh kau bagi tempatku bersandar sejenak dari kerapuhan
Dan akan ada aku untuk berbagi pikiran ketika akalmu mulai keruh dan bercabang

Tidak perlu sempurna untuk menjadi bijaksana
Dan kita akan terus belajar agar sampai kesana
Terus saja berusaha!

Rabu, 07 Juli 2010

Tetap Tegak...

Hai Nurani, lama aku tak menyapamu
Tiada keluhan dari mulutku hari ini tak perlu kau risau
Sebab angin yang menderu kuat menerjang dahan-dahanku telah membuat akarku mencengkram bumi erat-erat
Daun-daunku berguguran, tapi lihat aku kokoh tegak bertahan

Selasa, 29 Juni 2010

Resah

Kulepaskan belenggumu sejenak agar kau bisa sedikit berharap
Tapi kau sudah terbiasa dengan belenggu yang mencekik lehermu
Maka ketika belenggu itu mulai mengendur dan hampir terlepas
Kau malah resah dan kalut pada kebebasan yang selama ini kau harapkan

Jumat, 23 April 2010

Aku dan Nurani

"Bolehkah aku mengeluh sekali ini saja?" Pintaku pada Nurani.
"Tidak tahu malu, setiap saat juga kerjamu hanya mengeluh dan meminta!"
"Kau pikir selama ini sudah jadi manusia yang hebat ya?"
Nurani bahkan tidak menolehku

Huhh kenapa seh Nurani tidak pernah berpihak padaku?
Sekali saja aku ingin berdamai dengannya dan ia mengikuti inginku
"Aku memang ada untuk bersebrangan dengan maumu, kalau tidak kau bisa dengan seenaknya saja lakukan ini-itu yang kau ingin." Nurani kembali menyambar

"Maksudmu aku tidak pernah bisa mendapatkan apa yang ku mau dan lakukan yang ku ingin?"
"Lalu untuk apa aku hidup?!"
Protesku, dan kali ini aku bertekad untuk tak mau kalah dengannya
"Ku kira tidak ada gunanya kau diberi akal, karena tidak kau pakai dengan benar!"
"Kau hanya bicara seolah-olah hidup ini hanya tentangmu, tapi kau salah!"
"Kau ada agar hidupmu bisa memberi manfaat bagi sekitarmu bukan untuk dirimu sendiri! Kalau tidak Tuhanmu tidak perlu menciptakan manusia berupa-rupa banyaknya."

Aku kalah telak!
Dan kembali harus mengakui dengan perasaan tercabik bahwa Nurani benar
Sialnya, ia selalu benar...

Selasa, 23 Februari 2010

Tentang Kita

Membaca tulisan seorang kawan tentang tanggal yang istimewa
Teringat kalau juga memiliki kesan yang sama, meski tidak tepat apabila dikatakan istimewa
Bukan karena kebetulan juga tapi karena sebuah keputusan

Sebuah keputusan ketika tanggal empat belas, bulan dua, tiga tahun yang lalu aku melepasmu
Karena ku tahu kau tak mampu lakukan itu
Tepat setelah kau kirimkan pesan ucapan selamat hari jadi kita
Hari jadi yang ke tujuh entah delapan tahun kita sepakati untuk dirayakan
Karena kita tidak pernah ada kata-kata resmi untuk itu sebenarnya

Aku tahu kau tak menyangka aku sanggup lakukan itu
Kau hancur, tidak bedanya dengan diriku
Tapi aku tidak punya pilihan, kita tidak punya pilihan
Ternyata tidak cukup hanya cinta untuk sekedar bersama

Tujuh entah delapan tahun berlalu tidak pernah berharap bahkan berani bermimpi kita mampu bertahan untuk tetap berjalan berdampingan
Aku dan pasti juga kau tidak pernah membayangkan kalau yang kita rasakan menjadi begitu dalam
Kupikir dan begitu juga kau, kita tidak akan bertahan lebih dari tiga tahun lamanya..nyatanya lebih dari yang kita kira

Begitu banyaknya cara yang seolah-olah diciptakan untuk memberi jalan bagi kita mengakhiri semua
Tapi selalu ada cara lain yang tiba-tiba datang menyodorkan kesempatan untuk kita menggenggam hati lebih erat lagi
Hidup seperi mempermainkan perasaan kita bukan? Ketika dua hati yang telah merekat kuat harus dirobek paksa dan menjejakkan luka yang menganga

Aku tercabik, bahkan tak mampu memungut serakan-serakan hati
Terlebih ketika kau segera menanggalkan kesendirianmu agar cepat terobati luka itu
Bukan salahmu aku tahu, tapi lukaku semakin dalam setelah itu
Merasa tertinggal, terkhianati dan sendiri
Setengah gila menjalani hari tanpa rasa, hampa

Lelah, aku lelah dengan rasa sakit ini...Hentikan, tolong hentikan tangis ini segera
Cukup sudah aku dikuasai emosi, aku telah mengerti
Melupakanmu adalah usaha yang sia-sia, jadi aku akan tetap mengingatmu sebagai bagian dari kenangan terindah dihidupku tanpa perlu ku ikut sertakan luka itu
Membencimu adalah hal yang mustahil, maka aku akan tetap mengasihimu seperti dulu tanpa perlu ku ikut sertakan rasa cemburu
Jalan kita memang tak lagi sama tapi arahnya masih tetap kesana, beriringan meski tidak berdampingan

Kawan, tolong jangan tanyakan siapa, bagaimana serta kenapa padaku
Sebab aku tidak sanggup untuk mengatakan, memberikan dan menggambarkan lebih dari itu
Ku harap kau mengerti...

Jumat, 05 Februari 2010

Sayangnya Bukan Aku yang Menang

"Sudah kukatakan agar kau tak usah jadi orang baik, tapi kau tak mau dengar ucapanku!" Kemarahan menatapku tajam, "Sekarang kau lihat apa yang kau dapatkan?!" Lanjutnya masih dengan tatapan yang sama.

Astaga, ternyata Kemarahan benar juga.
Padahal aku sudah berusaha, benar-benar berusaha untuk menjadi baik sampai batas yang aku bisa.
Rela, betul-betul rela ketika ku bungkukkan diri agar membuat yang lain merasa lebih terhormat dariku.
Menekan rasa sakit ketepian hati hingga cukup lapang ruang untuk segala pengertian dan dukungan yang ku coba berikan.
Sayang tidak pernah cukup!

Ketulusanku hanya jadi alas kaki yang tidak pantas dihargai.
Perasaanku tak perlu lagi dipertanyakan, anggap saja tak pernah ada.

Tawaran berkawan dengan Kemarahan terlihat sungguh menarik untuk saat ini.
"Jangan begitu, tidak baik menjadi pendendam. Bersabarlah, kau harus mengerti mungkin saja memang kau yang bersalah minta maaf saja." Celetuk Nurani tiba-tiba.
"Tutup mulutmu, aku sudah bosan dengan kebaikan!" Bentakku.
Tertawa lepas ketika Nurani lari terbirit-birit dan mengkerut dipojokan hati.
Selamat atas Kemenangan bagi Kemarahan karena aku telah menyerah.

Berduka atas matinya pertemanan yang dibunuh dengan keji...

Selasa, 22 Desember 2009

Ajari Aku Berteman

Ku pikir, aku adalah teman yang baik
Ku rasa, aku adalah teman yang menyenangkan
Aku juga teman yang pengertian

Hey, coba dengar ketika kawan ungkapkan kegalauannya tentangmu
Kau tak sebaik yang kau pikir, bukan?
Tidak cukup menyenangkan juga seperti yang kau rasakan
Pengertian?! Jangan bercanda, sebaiknya lihat diri baik-baik

Hhmm....selama ini terlalu percaya diri rupanya

Sudah tak perlu mengingat-ingat kebaikan yang kau berikan
Nyatanya lupa dengan kebaikan yang telah kau terima, masih saja merasa lebih baik dari kawanmu itu

Lupakan saja soal pengertian yang kau anggap sudah maksimal
Buktinya tidak mengerti juga saat kawanmu merasa tersisih dan tak dihargai, tidak perlu berkilah akui saja memang begitu adanya

Karena itu kawan, tolong ingatkan aku jika hati mulai menilai diri ini terlalu tinggi
Sebab aku tidak berniat menjadi teman yang sempurna bagimu, cukup menjadi seorang yang bisa menemani kala kau merasa sendiri

Bila kau tidak cukup aku mengerti, berikan saja pengertianmu padaku dan bersabarlah karena aku masih akan terus belajar untuk itu

Ajari aku terus kawan, dengan begitu kau membantuku menjadi teman yang lebih baik dimasa depan...Semoga!

Kamis, 19 November 2009

Bicara Tentang Cinta

Mari duduk sebentar bersamaku dan kita bicara tentang cinta
Sebuah kata yang bisa mempengaruhi hidupku dan juga hidupmu

Kata yang telah menjadi awal sebuah kisah
Entah berjalan mudah atau membuat gundah
Menjadi akhir suatu penantian berjuta harap
Terhadap bahagia yang bagai mimpi

Akankah cinta menjadi alasan untuk mengekang
Dan cemburu membutakan hati berbuah benci?
Haruskah cinta menjadikan pengorbanan diri sebagai pembuktiannya?
Aku rasa itu bukan bentuk cinta…

Cinta adalah tulus hati
Kasih dan sayang adalah saudara yang tak terpisahkan
Maka sejatinya cinta tak perlu kata untuk mendefinisi
Sebab hati tak pernah mengatakan tapi merasakan

Jadi, dengarkan cinta dengan hati jangan dengan telinga
Karena cinta tak ada di sana...

Jumat, 06 November 2009

Setialah Tanpa Syarat

Suatu saat nurani berkata, "Setialah kepadaku..."
Jawabku, "Aku setia padamu dengan syarat dan ketentuan berlaku."

Karena...
Setiaku bersyarat dengan mendapatkan segala kemudahan untuk memiliki yang ku inginkan
Setiaku berarti memperoleh balasan yang setimpal atas apa yang telah aku korbankan
Setiaku berselera tinggi hanya mau diberikan kepada yang mampu menguasai segalanya
Setiaku tidak menetap berpindah dari satu hati ke hati yang lain
Setiaku terbatas pada keadaan yang menguntungkan
Setiaku berlaku sampai dengan tak ada lagi yang bisa kuminta
atau aku temukan pengganti yang lebih menjanjikan untuk hal-hal tersebut diatas

Nuraniku yang malang, terdiam dan kecewa
Kesetianku seperti awan putih yang menggumpal, tak kuasa untuk digenggam
Berarak oleh hembusan angin yang tak terarah dan menjadi kelam seketika

Jangan khawatir nurani, aku akan belajar memaknai kesetiaanku dengan ketulusan,
mengisinya dengan kejujuran dan membungkusnya dengan kepercayaan

Jika suatu ketika kau berkata kembali, "Setialah kepadaku..."
Maka aku akan mantap menjawab, "Aku telah setia kepadamu Nurani, tanpa syarat."
Dan aku sudah buktikkan itu.

Senin, 26 Oktober 2009

Awal dari semua

Matahari akhirnya mulai muncul malu-malu setelah langit mulai jenuh menumpahkan airnya
Aku duduk diam menikmati hangatnya mentari yang menyapa di antara belaian halus angin yang masih membawa sisa-sisa dinginnya awan
Aku selalu suka aroma hujan dan dingin yang mengiringinya
Tapi kali ini ku nantikan hangatnya sinar menembus kebekuan hatiku
Membiarkannya mencairkan sejuta rasa yang mengendap