Rabu, 07 Juli 2010

Tetap Tegak...

Hai Nurani, lama aku tak menyapamu
Tiada keluhan dari mulutku hari ini tak perlu kau risau
Sebab angin yang menderu kuat menerjang dahan-dahanku telah membuat akarku mencengkram bumi erat-erat
Daun-daunku berguguran, tapi lihat aku kokoh tegak bertahan

Jumat, 02 Juli 2010

Tersembunyi

Katakan apa yang diam-diam kau selipkan dipikiranmu, kawan?
Sebagian tanpa sengaja terbaca olehku
Bukan lantaran ku intip dari kejauhan
Sebab kau menuliskannya dilembar tembus pandang
Simpan saja hanya jika perlu, atau kubur dalam-dalam dan segera lupakan

Selasa, 29 Juni 2010

Resah

Kulepaskan belenggumu sejenak agar kau bisa sedikit berharap
Tapi kau sudah terbiasa dengan belenggu yang mencekik lehermu
Maka ketika belenggu itu mulai mengendur dan hampir terlepas
Kau malah resah dan kalut pada kebebasan yang selama ini kau harapkan

Senin, 28 Juni 2010

Siap Atau Tidak....

Ternyata aku tidak pernah siap dengan perubahan
Walau entah berkali-kali aku keluhkan tentang kejenuhan yang memandulkan pikiran
Berangan-angan keluar dari pengulangan-pengulangan yang ku nikmati setiap hari dengan keterpaksaan
Tapi ketika sekat pembatas itu mulai berlubang dan mengalirkan hawa yang berbeda, aku takut

Takut kesegaran yang terhirup pada setiap helaan nafas akan membakar paru-paru yang sudah meradang dan terlalu lama tercemar
Takut bahkan untuk sekedar mengintip dari balik celah dan tersadar ada dunia lain diluar sana yang bisa saja lebih menarik atau mungkin juga lebih mengerikan dari duniaku ini
Semua kemungkinan itu yang membuatku takut
Mengetahui ada yang tidak aku ketahui, menerima kenyataan tak ada yang pasti dari sebuah perjalanan kehidupan selain penderitaan dan kesenangan yang silih berganti

Tapi aku tidak punya banyak pilihan
Berubah atau berhenti dan tertinggal
Waktu tidak akan sudi menunggu
Lakukan sekarang atau esok entah nanti
Lakukan saja itu yang ku tahu pasti

Rabu, 09 Juni 2010

Tidak Ingin Sempurna

Sendirian
Maaf kau salah, aku tidak pernah sendiri
Mereka berbeda katamu, mungkin saja karena kau tidak pernah memiliki mereka seperti layaknya aku

Kesepian
Ya, kadang-kadang. Bahkan dalam keramaian sekalipun seseorang bisa dihinggapi rasa sepi
Lalu apa yang salah dengan itu?

Egois
Itu kata terbaik yang bisa kau berikan padaku ketika aku mengejar kebahagiaanku dan menempuh jalan yang aku yakini
Menyadari kalau kau tak bisa lakukan semua yang aku mampu

Munafik
Aku? Memangnya siapa yang tidak?!
Sibuk menyematkan kepantasan pada hidupku, menilai ketidak sempurnaanku dan membandingkannya dengan hidupmu

Silahkan ambil semua hidupmu yang sempurna itu, aku tidak mau
Kau pikir aku tidak tahu berkali-kali kau bercermin untuk memperbaiki raut wajahmu agar sesuai dengan keharusan bukan apa yang kau rasakan
Berupa-rupa kostum yang kau siapkan untuk berbagai peran tidak menarik bagiku

Aku tidak ingin jadi sempurna!
Biarkan aku melakukan kesalahan dan belajar memperbaikinya berulang-ulang kali
Jangan larang aku bertindak bodoh dan memalukan agar aku bisa tertawa tergelak dikemudian hari ketika mengingatnya
Bebaskan aku untuk membangun kehidupan yang berbeda karena aku memang tidak sama denganmu

Sabtu, 15 Mei 2010

Karena Aku Butuh Kau

Merenung....aku harus sering merenung
Memikirkan kembali kata perkata yang telah aku lontarkan dari mulutku
Memilah-milah setiap kejadian yang berbenturan atau malah menelikung masuk ke hidupku
Resah akan gedoran konstan nurani yang menggetarkan membran bilik hati dan celah-celah otakku
Memperingatkan dan tidak mustahil berakhir dengan ancaman yang berhasil membuatku gentar
Bahwa aku akan bertanggung jawab pada apa yang telah aku lahirkan dari pikiranku dan tersampaikan lewat lidah dan prilaku

Ketika menjadi pemberi petuah membuatku harus bercermin dua kali lebih sering daripada yang seharusnya
Karena aku takut Nurani, kesombongan mempermainkan akalku yang jadi sok pintar
Dan menulikan telingaku akan kata-katamu yang menjauhkan hatiku dari segenggam kebijaksanaan yang baru kumiliki
Rabun pada nilai kebenaran dan kesalahan yang memang sengaja aku samarkan
Aku butuh kau Nurani, untuk mengawasi penglihatanku dengan cermat
Perlu kau Nurani, sebagai penajam pikiranku dan penegas hatiku

Jangan pernah ragu untuk menegurku atau bahkan memakiku bila perlu
Karena aku hanya patung yang bernyawa tanpa hadirmu...Nurani

Kamis, 06 Mei 2010

Bisa Dipercaya atau Tidak Sama sekali

Aku bukan pemilik kepercayaan hanya bisa menjaganya
Seingatku tidak meminta untuk dipercaya tapi kepercayaan itu yang diberikan padaku
Sombong? Tidak!
Karena kepercayaan memang bukan untuk diminta tapi untuk diterima
Coba perhatikan para peminta-minta kepercayaan justru menjadi yang paling pertama mengkhianatinya

Kenapa? Ya, kenapa tidak...
Karena tidak perlu setor jaminan terlebih dahulu untuk mendapatkan kepercayaan
Kalau masih perlu sudah pasti itu berarti kau tidak dipercaya
Mungkin kepercayaan itu terlalu murah nilainya hingga kau tidak merasa rugi apabila kehilangan
Atau juga bisa jadi pemilik kepercayaan yang gegabah sembarangan saja mencecerkan kepercayaannya

Entahlah...
Padahal menjaga kepercayaan itu seperti memiliki tattoo permanent ditubuh
Ketika kau ingin menghilangkannya itu berarti dengan cara merusaknya dan membuat cacat kulitmu
Jadi sekali kau menerima kepercayaan maka cara melepaskannya adalah dengan mengkhianatinya
Dan itu artinya juga kau akan meninggalkan bekas cela dihidupmu

Tolak saja kalau kau memang tak sanggup terima
Daripada kau menyimpannya dalam wadah yang tak layak hingga tertumpah ruah
Mengumpulkannya kembali pun tak akan bisa karena sudah tercecap lekat
Bersiap atau hindari!
Karena kepercayaan lebih mudah dipangkas daripada kau tumbuhkankan kembali