Ini pilihanku dan memang tidak harus jadi pilihanmu
Bagiku ini yang terbaik walau bisa jadi tidak untukmu
Jangan mencoba mengerti jika kau memulainya dengan setengah hati
Karena ini hidupku dan bukan hidupmu maka berhenti memahamiku dari sudut pandangmu
Katakan saja apapun tentangku semaumu
Entah itu nyata atau rekaanmu semata
Dengan lantang atau sekedar desahan yang hanya terdengar ditelingamu
Tenang saja, aku tidak perlu lakukan hal yang sama
Katamu aku dendam! Kataku tidak ada masalah padamu
Sebab kita memang berbeda maka aku tidak perlu memaksamu menjadi sepertiku
Atau apapun itu yang menurutku pantas untukmu
Santai sajalah, silahkan jalani bagianmu tidak usah ragu karena aku tidak akan menghalangi langkahmu
Jumat, 17 September 2010
Senin, 06 September 2010
Menahan Diri
Bukankah seharusnya kita menahan diri?
Lalu kenapa masih juga memanjakan keinginan yang sudah tidak masuk akal
Heran, betapa kau mampu memikirkan hal yang tidak terlalu berarti sampai begitu rupa
Hanya ketika semua itu menghalangi inginmu
Seandainya saja kau bersedia lakukan itu disaat tidak ada kepentinganmu disana
Mungkin aku akan menilaimu berbeda
Lalu kenapa masih juga memanjakan keinginan yang sudah tidak masuk akal
Heran, betapa kau mampu memikirkan hal yang tidak terlalu berarti sampai begitu rupa
Hanya ketika semua itu menghalangi inginmu
Seandainya saja kau bersedia lakukan itu disaat tidak ada kepentinganmu disana
Mungkin aku akan menilaimu berbeda
Jumat, 20 Agustus 2010
Kamis, 12 Agustus 2010
Belahan Hati
Memikirkanmu, seperti tak ada habisnya
Kau yang hampir saja membuatku putus asa akan hadirmu
Apakah kau begitu bahagia disana hingga melupakanku yang lelah menunggu?
Ah, kau tidak percaya aku begitu nelangsa tanpamu
Apa karena aku terlihat menikmati hidup ini hingga tak perlu kau disisiku?
Hmm, masih juga kau ragukan aku
Bukankah kau yang lebih tahu isi hatiku dibanding mereka?
Aku hanya berharap kau lekas datang dan menyudahi penantianku
Sebelum rasa ini padam dan rinduku memudar
Untukmu yang masih kusediakan ruang khusus dihatiku
Karena aku masih percaya padamu
Walau entah sampai kapan....
Kau yang hampir saja membuatku putus asa akan hadirmu
Apakah kau begitu bahagia disana hingga melupakanku yang lelah menunggu?
Ah, kau tidak percaya aku begitu nelangsa tanpamu
Apa karena aku terlihat menikmati hidup ini hingga tak perlu kau disisiku?
Hmm, masih juga kau ragukan aku
Bukankah kau yang lebih tahu isi hatiku dibanding mereka?
Aku hanya berharap kau lekas datang dan menyudahi penantianku
Sebelum rasa ini padam dan rinduku memudar
Untukmu yang masih kusediakan ruang khusus dihatiku
Karena aku masih percaya padamu
Walau entah sampai kapan....
Jumat, 06 Agustus 2010
Munafik atau Tidak? Tentukan Saja Sendiri!
"Setidaknya dia TIDAK MUNAFIK." Itu pendapat mereka
Ketika dia mencumbu seorang perempuan yang sengaja disewa untuknya tanpa ada malu apalagi ragu dan sengaja lupa dengan yang sedang menunggunya dirumah
Tidak munafik karena dia tidak merasa perlu menutupi itu semua di hadapan aku dan mereka
Aku jadi mempertanyakan kembali apa arti MUNAFIK sebenarnya
Apakah itu berarti ketika aku merasa malu dan tidak mengumbar sisi burukku itu berarti munafik?
Atau jika aku melawan keinginanku sendiri yang dengan kesadaran penuh aku tahu itu salah sama saja dengan munafik?
Betapa dunia dipenuhi orang-orang yang tidak munafik kalau begitu
Orang-orang yang tidak merasa sungkan berlaku curang dan mendahulukan egonya
Orang-orang yang berbangga hati mempertontonkan ketidak setiaannya dan bersandiwara pada pasangan setelahnya
Juga sekumpulan manusia lainya yang tidak merasa terganggu dengan itu semua
Aku memang MUNAFIK! Silahkan teriakan dengan lantang diwajahku
Sebab aku tidak mampu memenuhi semua persyaratan untuk menjadi TIDAK MUNAFIK seperti itu
Ketika dia mencumbu seorang perempuan yang sengaja disewa untuknya tanpa ada malu apalagi ragu dan sengaja lupa dengan yang sedang menunggunya dirumah
Tidak munafik karena dia tidak merasa perlu menutupi itu semua di hadapan aku dan mereka
Aku jadi mempertanyakan kembali apa arti MUNAFIK sebenarnya
Apakah itu berarti ketika aku merasa malu dan tidak mengumbar sisi burukku itu berarti munafik?
Atau jika aku melawan keinginanku sendiri yang dengan kesadaran penuh aku tahu itu salah sama saja dengan munafik?
Betapa dunia dipenuhi orang-orang yang tidak munafik kalau begitu
Orang-orang yang tidak merasa sungkan berlaku curang dan mendahulukan egonya
Orang-orang yang berbangga hati mempertontonkan ketidak setiaannya dan bersandiwara pada pasangan setelahnya
Juga sekumpulan manusia lainya yang tidak merasa terganggu dengan itu semua
Aku memang MUNAFIK! Silahkan teriakan dengan lantang diwajahku
Sebab aku tidak mampu memenuhi semua persyaratan untuk menjadi TIDAK MUNAFIK seperti itu
Selasa, 27 Juli 2010
Berusaha Saja
Ketika kau bertanya padaku, "Apa yang harus aku lakukan?"
Kau seharusnya juga tahu aku tidak punya jawaban
Bagaimana mungkin aku lebih tahu tentang hidupmu melebihi dirimu sendiri
Lain waktu kau berkata, "Aku perlu kau untuk mengingatkan!"
Tidakkah kau ingat kalau hanya itu yang dapat aku lakukan untuk hidupmu
Dan kau mungkin perlu diingatkan juga kalau aku bisa saja lengah dan alpa
Mengertikah kau, adakalanya saat aku tersandung dan terluka
Aku hanya ingin kau ada tanpa pinta dan kata-kata
Biarkan saja jawaban atas pertanyaan hidupku itu menjadi bagian dari proses pendewasaanku
Sering kali kita merasa jadi korban atas kesalahan yang diperbuat
Tapi apakah itu cukup membuat kita jera untuk tidak tergoda?
Kau dan aku punya kesempatan yang sama bagi tindakan bodoh yang kita sesali hingga merasa hina
Kita pantas malu dan memang seharusnya begitu
Karena itu aku butuh kau bagi tempatku bersandar sejenak dari kerapuhan
Dan akan ada aku untuk berbagi pikiran ketika akalmu mulai keruh dan bercabang
Tidak perlu sempurna untuk menjadi bijaksana
Dan kita akan terus belajar agar sampai kesana
Terus saja berusaha!
Kau seharusnya juga tahu aku tidak punya jawaban
Bagaimana mungkin aku lebih tahu tentang hidupmu melebihi dirimu sendiri
Lain waktu kau berkata, "Aku perlu kau untuk mengingatkan!"
Tidakkah kau ingat kalau hanya itu yang dapat aku lakukan untuk hidupmu
Dan kau mungkin perlu diingatkan juga kalau aku bisa saja lengah dan alpa
Mengertikah kau, adakalanya saat aku tersandung dan terluka
Aku hanya ingin kau ada tanpa pinta dan kata-kata
Biarkan saja jawaban atas pertanyaan hidupku itu menjadi bagian dari proses pendewasaanku
Sering kali kita merasa jadi korban atas kesalahan yang diperbuat
Tapi apakah itu cukup membuat kita jera untuk tidak tergoda?
Kau dan aku punya kesempatan yang sama bagi tindakan bodoh yang kita sesali hingga merasa hina
Kita pantas malu dan memang seharusnya begitu
Karena itu aku butuh kau bagi tempatku bersandar sejenak dari kerapuhan
Dan akan ada aku untuk berbagi pikiran ketika akalmu mulai keruh dan bercabang
Tidak perlu sempurna untuk menjadi bijaksana
Dan kita akan terus belajar agar sampai kesana
Terus saja berusaha!
Selasa, 13 Juli 2010
Bertahan, Melawan dan Takut
Aku ingin menyerah saja tapi ingat bahwa perjalanan baru akan dimulai
Tidak bisa terus menerus bertahan karena kemenangan hanya bagi yang memberikan perlawanan
Betapa aku pengecut terhadap dunia
Aku dilemahkan kenyamanan yang tiap hari aku keluhkan
Apa yang kau takuti? Sebuah kegagalan?
Seberapa dalam kegagalan mampu membuatmu terperosok?
Bukankah dasarnya lubang masih dapat kau perhitungkan?
Atau gelapnya yang membuatmu buta?
Adakah dindingnya masih dapat kau raba?
Jadi apa alasanmu untuk takut?
Aku takut pada diriku sendiri
Pada keraguan yang semakin hari malah mendominasi
Takut pada kebimbangan yang seringkali menyelinap ke dalam benteng keyakinan dan memprovokasi
Takut pada kecemasan yang berlebihan terhadap masa depan
Takut kalau aku justru melarikan diri dari apa yang harus kuhadapi
Ahh...sudahlah tidak akan ada habisnya kau keluhkan terus
Lakukan saja apa yang jadi bagianmu lalu biarkan selebihnya menjadi kejutan-kejutan yang akan membuatmu semakin merasa hidup
Tidak bisa terus menerus bertahan karena kemenangan hanya bagi yang memberikan perlawanan
Betapa aku pengecut terhadap dunia
Aku dilemahkan kenyamanan yang tiap hari aku keluhkan
Apa yang kau takuti? Sebuah kegagalan?
Seberapa dalam kegagalan mampu membuatmu terperosok?
Bukankah dasarnya lubang masih dapat kau perhitungkan?
Atau gelapnya yang membuatmu buta?
Adakah dindingnya masih dapat kau raba?
Jadi apa alasanmu untuk takut?
Aku takut pada diriku sendiri
Pada keraguan yang semakin hari malah mendominasi
Takut pada kebimbangan yang seringkali menyelinap ke dalam benteng keyakinan dan memprovokasi
Takut pada kecemasan yang berlebihan terhadap masa depan
Takut kalau aku justru melarikan diri dari apa yang harus kuhadapi
Ahh...sudahlah tidak akan ada habisnya kau keluhkan terus
Lakukan saja apa yang jadi bagianmu lalu biarkan selebihnya menjadi kejutan-kejutan yang akan membuatmu semakin merasa hidup
Langganan:
Postingan (Atom)