Dan ketika apa yang sudah kau lakukan ...dilupakan!
Ya, sudah biarkan saja...
Kau adalah apa yang kau pilih sekarang bagi hidupmu bukan dari mana kau berasal
Menjadi baik atau tidak itu juga pilihan bukan reaksi dari perlakuan orang-orang sekitar
Silahkan saja sibuk menyalahkan orang lain, keadaan atau masa lalu atas apapun yang menurutmu tidak sesuai keinginan
Tapi pada kenyataannya, kau hanya menunjukan kualitas dirimu sendiri yang sebenarnya....
Pecundang tidak akan pernah bisa memenangkan pertarungan
Ia hanya bisa menghancurkan lawan tanpa mendapatkan kehormatan
Selasa, 24 Juli 2012
Kamis, 08 Maret 2012
Sombong
Jangan jadi orang miskin yang sombong....
Ketika kau tak berdaya tapi terlalu angkuh untuk meminta
Ketika kau tak berdaya tapi terlalu angkuh untuk meminta
Selasa, 22 November 2011
Aku...Ya, Aku....
Teringat teguranmu kemarin...
Kau bilang keberatan dengan apa yg aku tampilkan
Berlebihan, tidak sesuai etika pergaulan
Katamu aku membuatmu malu
Tidak pantas bersanding diantara kumpulan orang-orang yang "matang"
Dewasa adalah syarat utama dan tidak ada kompromi dengan itu
Aku tidak menunjukan kualitas kedewasaan yang kau pasang
Tampilanku hanya mencoreng citra yang sudah kau tata dengan baik
Menurutku, kau hanya terlalu serius menanggapi hidup
Aku tidak perlu merubah sesuatu yang tidak mengganggu atau melukai orang lain
Apa menurutmu kau sendiri tidak pernah membuat orang lain terganggu dengan tingkah polahmu?
Kataku, kau hanya ingin "menyempurnakan" lingkaran pertemananmu
Kalau kau tak suka, ku persilahkan untuk "mengeluarkanku" dari lingakaran pertemananmu
Sudah ku bilang, aku memiliki hidupku sendiri
Bukan pertemanan yang menentukan akan seperti apa hidupku tapi aku yang membuat pilihan itu
Tapi itu hidupmu dan aku punya hidupku sendiri
Jadi aku tidak akan bermasalah dengan apapun yang kau pilih
Maaf, aku tidak bisa mengikuti maumu
Karena ku pikir kau juga tidak akan berkompromi dengan mauku
Tenang saja tidak ada yang pribadi antara kita dan aku tahu kau pun tidak akan mencampur-adukan urusan
Untuk hal yang satu itu aku tahu kita sepaham
Kau bilang keberatan dengan apa yg aku tampilkan
Berlebihan, tidak sesuai etika pergaulan
Katamu aku membuatmu malu
Tidak pantas bersanding diantara kumpulan orang-orang yang "matang"
Dewasa adalah syarat utama dan tidak ada kompromi dengan itu
Aku tidak menunjukan kualitas kedewasaan yang kau pasang
Tampilanku hanya mencoreng citra yang sudah kau tata dengan baik
Menurutku, kau hanya terlalu serius menanggapi hidup
Aku tidak perlu merubah sesuatu yang tidak mengganggu atau melukai orang lain
Apa menurutmu kau sendiri tidak pernah membuat orang lain terganggu dengan tingkah polahmu?
Kataku, kau hanya ingin "menyempurnakan" lingkaran pertemananmu
Kalau kau tak suka, ku persilahkan untuk "mengeluarkanku" dari lingakaran pertemananmu
Sudah ku bilang, aku memiliki hidupku sendiri
Bukan pertemanan yang menentukan akan seperti apa hidupku tapi aku yang membuat pilihan itu
Tapi itu hidupmu dan aku punya hidupku sendiri
Jadi aku tidak akan bermasalah dengan apapun yang kau pilih
Maaf, aku tidak bisa mengikuti maumu
Karena ku pikir kau juga tidak akan berkompromi dengan mauku
Tenang saja tidak ada yang pribadi antara kita dan aku tahu kau pun tidak akan mencampur-adukan urusan
Untuk hal yang satu itu aku tahu kita sepaham
Senin, 07 November 2011
Aku, Hidup dan Pilihan
Hidup yang tenang....begitulah kira-kira sebagian yang lain menilai
Betapa menyenangkan....sebagian lain ikut-ikutan memberikan pandangan
Hidup siapa? Aku...
Ah, kalau saja mereka tahu apa saja yang aku lepaskan
Apakah tetap akan seperti itu yang merekai nilai?
Atau seandainya saja mereka menghitung apa saja yang aku dapatkan sabagai pertukaran
Apakah masih bisa mereka bilang menyenangkan?
Sangat mungkin mereka menilaiku bodoh, sinting, aneh....
Dan sepertinya kata-kata itu belum seberapa untuk menggambarkan semuanya
Sudahlah, aku memang biasa berbeda dari pemikiran orang kebanyakan
Aku bercerita dari sudut pandang yang berbeda, dan mereka sendiri yang menilai berlebihan
Hidupku sama tidak sempurnanya dengan mereka, yang berbeda ketika aku berbahagia dengan apa yang aku punya
Aku hanya menyederhanakan hidupku yang memang tidak perlu serumit itu
Mereka hanya perlu tahu, aku baik-baik saja dengan pilihanku
Aku sedang tidak berpura-pura, bahkan untuk menyenangkan diriku sendiri
Untuk apa? Jika betul itu yang aku rasakan
Belajar mengasingkan keluhan, hingga mulai terasa tak wajar ketika diucapkan
Aku serius dengan pilihanku, jangan dikira aku tak paham betul resikonya
Walau mereka bilang hidupku yang santai, mengalir riang bagai anak sungai
Hei, jangna lupa sungai ini menuju kelautan dalam yang ombaknya menggulung ganas
Jadi apakah mereka pikir aku akan pasrah begitu saja menyerahkan kepada angin kemana akan membawa?
Ya, aku mungkin saja akan terluka, terkoyak, terhempas, terdampar...
Atau aku akan merubah jalur dan jalan memutar hingga kelelahan
Tapi tidak untuk lari karena takut hadapi kehidupan!
Betapa menyenangkan....sebagian lain ikut-ikutan memberikan pandangan
Hidup siapa? Aku...
Ah, kalau saja mereka tahu apa saja yang aku lepaskan
Apakah tetap akan seperti itu yang merekai nilai?
Atau seandainya saja mereka menghitung apa saja yang aku dapatkan sabagai pertukaran
Apakah masih bisa mereka bilang menyenangkan?
Sangat mungkin mereka menilaiku bodoh, sinting, aneh....
Dan sepertinya kata-kata itu belum seberapa untuk menggambarkan semuanya
Sudahlah, aku memang biasa berbeda dari pemikiran orang kebanyakan
Aku bercerita dari sudut pandang yang berbeda, dan mereka sendiri yang menilai berlebihan
Hidupku sama tidak sempurnanya dengan mereka, yang berbeda ketika aku berbahagia dengan apa yang aku punya
Aku hanya menyederhanakan hidupku yang memang tidak perlu serumit itu
Mereka hanya perlu tahu, aku baik-baik saja dengan pilihanku
Aku sedang tidak berpura-pura, bahkan untuk menyenangkan diriku sendiri
Untuk apa? Jika betul itu yang aku rasakan
Belajar mengasingkan keluhan, hingga mulai terasa tak wajar ketika diucapkan
Aku serius dengan pilihanku, jangan dikira aku tak paham betul resikonya
Walau mereka bilang hidupku yang santai, mengalir riang bagai anak sungai
Hei, jangna lupa sungai ini menuju kelautan dalam yang ombaknya menggulung ganas
Jadi apakah mereka pikir aku akan pasrah begitu saja menyerahkan kepada angin kemana akan membawa?
Ya, aku mungkin saja akan terluka, terkoyak, terhempas, terdampar...
Atau aku akan merubah jalur dan jalan memutar hingga kelelahan
Tapi tidak untuk lari karena takut hadapi kehidupan!
Minggu, 30 Oktober 2011
Tidak Ada Batasan
Beginilah jadinya kalau hatimu berbicara lebih dari yang seharusnya
Jadi akan kau apakan ia?
Menyumpalnya rapat-rapat, hingga berbisikpun tak dapat?
Tapi hatimu tidak berbicara dengan dengan mulut yang terbuka
Ia berbicara lewat getaran-getaran yang mendesirkan nadi-nadi dan mendesak aliran darah
Membuat akalmu tak kuasa memberikan perintah
Apa yang bisa kau lakukan ketika perasaan sudah berkenan?
Aku tahu betapa sulitnya kau mengeluarkan segala daya untuk coba mengaturnya
Seakan setiap sendi-sendi bersumpah setia untuk menolak
Dan kau memikirkan untuk pasrah melawan semua inginnya
Melepaskan hatimu melakukan kehendaknya
Puaskah ia?...Tidak kawan, karena perasaan tidak pernah mampu berikan batasan
Jadi akan kau apakan ia?
Menyumpalnya rapat-rapat, hingga berbisikpun tak dapat?
Tapi hatimu tidak berbicara dengan dengan mulut yang terbuka
Ia berbicara lewat getaran-getaran yang mendesirkan nadi-nadi dan mendesak aliran darah
Membuat akalmu tak kuasa memberikan perintah
Apa yang bisa kau lakukan ketika perasaan sudah berkenan?
Aku tahu betapa sulitnya kau mengeluarkan segala daya untuk coba mengaturnya
Seakan setiap sendi-sendi bersumpah setia untuk menolak
Dan kau memikirkan untuk pasrah melawan semua inginnya
Melepaskan hatimu melakukan kehendaknya
Puaskah ia?...Tidak kawan, karena perasaan tidak pernah mampu berikan batasan
Sabtu, 01 Oktober 2011
Hadiah Untukku
Hari yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru
Waktu yang tepat untuk menantang diri
Ketika kerabat dan handai taulan memberikan selamat serta mendoakan umur yang panjang
Aku memberi selamat pada diriku sendiri dengan menghadiahkan kesempatan...
Kesempatan untuk menemukan kembali keberanian sebelum terlanjur terkubur terlalu dalam
Sebelum pikiran dipenuhi terlalu banyak pertanyaan tanpa jawaban
Sebelum tubuh terlalu cepat kelelahan
Dan sebelum semuanya berhenti tanpa sempat lakukan apa-apa
Waktu yang tepat untuk menantang diri
Ketika kerabat dan handai taulan memberikan selamat serta mendoakan umur yang panjang
Aku memberi selamat pada diriku sendiri dengan menghadiahkan kesempatan...
Kesempatan untuk menemukan kembali keberanian sebelum terlanjur terkubur terlalu dalam
Sebelum pikiran dipenuhi terlalu banyak pertanyaan tanpa jawaban
Sebelum tubuh terlalu cepat kelelahan
Dan sebelum semuanya berhenti tanpa sempat lakukan apa-apa
Senin, 05 September 2011
Berusaha!
Ternyata aku ini lemah justru terhadap diri sendiri
Apa yang aku butuhkan sering kali tersamar dengan keinginan
Dan itu masih harus diperumit dengan tidak tahu apa yang aku inginkan
Aku ini pemimpi....bahkan tidak perlu tertidur untuk itu
Ini membuat kenyataan jadi sesuatu yang bisa menyakiti
Dan aku sibuk mengumpulkan ketakutan untuk dijadikan alasan berlindung dalam mimpi
Seharusnya tidak ada yang salah dengan impian
Hanya saja ketika itu jadi sandaran hidup, aku gamang, kalut, bimbang, takut...
Karena mimpi selalu lebih menarik sebelum ia terwujud
Tidak bisa mengandalkan orang lain untuk merubahku
Lakukan sendiri, jadilah berani
Sudah saatnya memberi sanksi pada hati yang kelewat ikut campur urusan hidup
Mulai menempatkan logika untuk dapat porsi yang sama
Jangan cengeng! Dunia sudah muak dengan itu
Lelah mengasihani diri, cukup minta dimengerti, berhenti dipermainkan perasaan
Aku harus segera selesaikan
Masalah yang ku timbulkan, ketakutan yang ku buat sendiri, dan galau yang ku biarkan menjadi besar
Aku masih harus belajar bermimpi dengan benar, mimpi yang membangunkanku pada kenyataan bukan yang membuatku hidup didalamnya
Apa yang aku butuhkan sering kali tersamar dengan keinginan
Dan itu masih harus diperumit dengan tidak tahu apa yang aku inginkan
Aku ini pemimpi....bahkan tidak perlu tertidur untuk itu
Ini membuat kenyataan jadi sesuatu yang bisa menyakiti
Dan aku sibuk mengumpulkan ketakutan untuk dijadikan alasan berlindung dalam mimpi
Seharusnya tidak ada yang salah dengan impian
Hanya saja ketika itu jadi sandaran hidup, aku gamang, kalut, bimbang, takut...
Karena mimpi selalu lebih menarik sebelum ia terwujud
Tidak bisa mengandalkan orang lain untuk merubahku
Lakukan sendiri, jadilah berani
Sudah saatnya memberi sanksi pada hati yang kelewat ikut campur urusan hidup
Mulai menempatkan logika untuk dapat porsi yang sama
Jangan cengeng! Dunia sudah muak dengan itu
Lelah mengasihani diri, cukup minta dimengerti, berhenti dipermainkan perasaan
Aku harus segera selesaikan
Masalah yang ku timbulkan, ketakutan yang ku buat sendiri, dan galau yang ku biarkan menjadi besar
Aku masih harus belajar bermimpi dengan benar, mimpi yang membangunkanku pada kenyataan bukan yang membuatku hidup didalamnya
Langganan:
Postingan (Atom)