Nurani....
Aku telah dikerdilkan oleh nafsu
Nafsu yang telah membuatku terlalu mencemaskan hidup
Aku yang membesarkan rasa takut tanpa kendali
Kemudian ia mulai menggelepar liar dan menerkam keberanian
Beraniku hilang tertelan tak mampu kuselamatkan
Oh Nurani....
Masih mampukah aku bebaskan hati ini dari jeratan benci
Galau yang menggelantung dan menghisap kepastian
Aku tertawa tanpa tahu apa itu bahagia
Menangis tapi tak juga melepaskan lara
Hidupku diatur oleh waktu yang tidak ku miliki
Bahkan menjadi gila masih terlalu sulit untuk dilakukan
Sudah saatnyakah aku menyerah?
Katakan Nurani, dititik manakah aku berhak untuk lelah
Sampaikan padaku Nurani, jika usahaku sudah harus berhenti
Tapi kenapa kau tetap diam dan hanya mengirimkan pesan
Kalau aku belum diijinkan untuk singgah walau sebentar dan bermimpi masih tetap diperbolehkan
Hingga nanti, entah kapan...
Langkahku akan terhenti sendiri
Dan segalanya telah usai aku tunaikan
Tapi itu nanti pesannya...dan entah kapan....
Senin, 23 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
Kosong...
Kehilangan sentuhan rasa kata-kata....
Menghilang ku kejar....menguap ku kecap....
Menjadi kosong, tersesat dalam kalimat
Tanpa makna, tanpa asa, hanya hampa...
Menghilang ku kejar....menguap ku kecap....
Menjadi kosong, tersesat dalam kalimat
Tanpa makna, tanpa asa, hanya hampa...
Selasa, 22 Maret 2011
Pergi dan Menjauh....
Percaya, aku berusaha untuk itu bahkan melihat dirimu dari sisi terbaik yang aku bisa
Tapi, rasanya hal itu menjadi semakin sulit kulakukan
Entah, apa karena aku menaruh penilaian begitu tinggi terhadapmu atau memang tidak dapat kutemukan sesuatu yang bernilai disana
Peduli, sudah tidak lagi. Katakan saja aku kejam tak berperasaan tapi maaf aku tidak pandai berpura-pura untuk hal yang tidak aku suka
Baik, aku yakin kau masih miliki itu. Walaupun sisi lainmu mempengaruhi cara pandangku terhadapmu
Sudah, jangan paksakan apapun hanya agar salah satu dari kita terlihat menyenangkan bagi yang lainnya
Untuk semua itu aku masih menghormatimu dengan caraku
Tidak peduli apakah itu cukup bagimu
Dan kita akan baik-baik saja tanpa kedekatan semu
Semoga kau tahu jalan yang tepat untuk dirimu karena aku tidak akan berada diantaranya
Tapi, rasanya hal itu menjadi semakin sulit kulakukan
Entah, apa karena aku menaruh penilaian begitu tinggi terhadapmu atau memang tidak dapat kutemukan sesuatu yang bernilai disana
Peduli, sudah tidak lagi. Katakan saja aku kejam tak berperasaan tapi maaf aku tidak pandai berpura-pura untuk hal yang tidak aku suka
Baik, aku yakin kau masih miliki itu. Walaupun sisi lainmu mempengaruhi cara pandangku terhadapmu
Sudah, jangan paksakan apapun hanya agar salah satu dari kita terlihat menyenangkan bagi yang lainnya
Untuk semua itu aku masih menghormatimu dengan caraku
Tidak peduli apakah itu cukup bagimu
Dan kita akan baik-baik saja tanpa kedekatan semu
Semoga kau tahu jalan yang tepat untuk dirimu karena aku tidak akan berada diantaranya
Jumat, 25 Februari 2011
Tanpa Rasa
Aku sedang sibuk berburu...WAKTU
Yang mulai tampak membosankan dan tidak menarik untuk dikejar!
...apa yang terlihat dikejauhan tidak selalu mengesankan ketika mendekat...
Yang mulai tampak membosankan dan tidak menarik untuk dikejar!
...apa yang terlihat dikejauhan tidak selalu mengesankan ketika mendekat...
Sabtu, 05 Februari 2011
Hhuuhh....
Mungkin...ya mungkin saja aku hanya ingin diam dan dimengerti
Karena aku tidak suka membicarakan hati, terlalu abstrak, labil dan rapuh
Aku selalu pengecut soal perasaan
Barangkali aku sedang menjadi setengah manusia
Bermain-main dengan rasa dan menimang-nimang logika
Berusaha mengabaikan nafsu, tapi justru ia yang pada akhirnya mengambil alih kekuasaan
Atau aku hanya sedang ingin egois saja
Melakukan semua yang aku mau, persetan dengan maumu
Meletakkan kebenaran sesuai dengan pikirku dan mengelak dari bukti kesalahan yang menudingku
Sepertinya aku sedang berusaha melarikan diri dari kehidupan
Ingin membuang jauh-jauh tanggung jawab dan mengkambing hitamkan kebebasan
Berikan saja aku sayap, segera saja akan kutinggalkan bumi dan berdiam dalam mimpi
Bagaimana caranya mengistirahatkan hati yang bekerja tanpa balasan
Mengakrabkan pikiran yang mulai sering bertengkar dan mengamankan nafsu sebelum bertindak kriminal
Tapi aku sedang lelah...dengan semuanya
Karena aku tidak suka membicarakan hati, terlalu abstrak, labil dan rapuh
Aku selalu pengecut soal perasaan
Barangkali aku sedang menjadi setengah manusia
Bermain-main dengan rasa dan menimang-nimang logika
Berusaha mengabaikan nafsu, tapi justru ia yang pada akhirnya mengambil alih kekuasaan
Atau aku hanya sedang ingin egois saja
Melakukan semua yang aku mau, persetan dengan maumu
Meletakkan kebenaran sesuai dengan pikirku dan mengelak dari bukti kesalahan yang menudingku
Sepertinya aku sedang berusaha melarikan diri dari kehidupan
Ingin membuang jauh-jauh tanggung jawab dan mengkambing hitamkan kebebasan
Berikan saja aku sayap, segera saja akan kutinggalkan bumi dan berdiam dalam mimpi
Bagaimana caranya mengistirahatkan hati yang bekerja tanpa balasan
Mengakrabkan pikiran yang mulai sering bertengkar dan mengamankan nafsu sebelum bertindak kriminal
Tapi aku sedang lelah...dengan semuanya
Rabu, 15 Desember 2010
Berkaca Diri
Aku tak suka menoleh kebelakang sebenarnya
Tapi kali ini harus aku lakukan sebelum tahun ini usai dan beranjak pergi
Mencoba menilai ulang guratan-guratan masa kemarin yang telah dihabiskan
Melihat dengan rasa yang berbeda dari ketika masih berada disana
WAKTU yang tersia-sia
HARAPAN yang tidak lagi melambungkan jiwa
CINTA yang semakin tersudut dan hampir terlupa
PERSAHABATAN yang terurai, bertabrakan, mencari dan menghilang
AMARAH yang aku kobarkan dan membakar tanpa tanya
DIAMKU yang justru memicu kericuhan
KESABARAN yang tertakar dan sulit ku isi ulang
SEMANGAT yang tiba-tiba roboh tanpa perlawanan
Apa yang aku dapat?
Hanya membekas, menggumpal menjadi DENDAM
KEBAIKAN mana yang berani ku AKUI?
Jika KEBURUKAN yang LEBIH BESAR aku SEMBUNYIKAN
Ah, Nurani sungguh aku MALU
Kepada dunia karena berlaku SOMBONG
Bagaimana mungkin aku menaruh HARGA DIRI begitu tinggi
Padahal aku TIDAK MENGHARGAI semua yang tersedia bagi diri ini
Merasa memiliki hidup sehingga pantas berbuat sekehendak hati
Lalu bersikap seolah-olah tidak akan ada yang meminta pertanggung jawaban
Aku lengah Nurani
Lemah terhadap keinginan yang membabi buta
Lupa menyadari keinginan itu mampu MELUKAI
Dan waktu terlalu penat untuk bisa menyembuhkannya
Duh, Nurani maukah kau ulurkan kembali tanganmu untukku
Menuntun hati-hati langkah ini agar tak berulah menceritakan kesalahan yang sama
Tapi kali ini harus aku lakukan sebelum tahun ini usai dan beranjak pergi
Mencoba menilai ulang guratan-guratan masa kemarin yang telah dihabiskan
Melihat dengan rasa yang berbeda dari ketika masih berada disana
WAKTU yang tersia-sia
HARAPAN yang tidak lagi melambungkan jiwa
CINTA yang semakin tersudut dan hampir terlupa
PERSAHABATAN yang terurai, bertabrakan, mencari dan menghilang
AMARAH yang aku kobarkan dan membakar tanpa tanya
DIAMKU yang justru memicu kericuhan
KESABARAN yang tertakar dan sulit ku isi ulang
SEMANGAT yang tiba-tiba roboh tanpa perlawanan
Apa yang aku dapat?
Hanya membekas, menggumpal menjadi DENDAM
KEBAIKAN mana yang berani ku AKUI?
Jika KEBURUKAN yang LEBIH BESAR aku SEMBUNYIKAN
Ah, Nurani sungguh aku MALU
Kepada dunia karena berlaku SOMBONG
Bagaimana mungkin aku menaruh HARGA DIRI begitu tinggi
Padahal aku TIDAK MENGHARGAI semua yang tersedia bagi diri ini
Merasa memiliki hidup sehingga pantas berbuat sekehendak hati
Lalu bersikap seolah-olah tidak akan ada yang meminta pertanggung jawaban
Aku lengah Nurani
Lemah terhadap keinginan yang membabi buta
Lupa menyadari keinginan itu mampu MELUKAI
Dan waktu terlalu penat untuk bisa menyembuhkannya
Duh, Nurani maukah kau ulurkan kembali tanganmu untukku
Menuntun hati-hati langkah ini agar tak berulah menceritakan kesalahan yang sama
Jumat, 03 Desember 2010
Syarat dan Ketentuan Berlaku
Ketika mendekatimu adalah usaha yang harus terlihat sempurna
Ketika ketulusan ditakar dengan besarnya balasan pengorbanan yang telah kau berikan
Dan ketika menjadi diri sendiri membuatmu memuntahkan segenap peluru ketidak-sukaan yang langsung merobohkan kepercayaan
Maka, aku tidak akan pernah bisa memenangkan sayembara pertemananmu
Berikut dengan segala syarat dan ketentuan yang berlaku
Ketika ketulusan ditakar dengan besarnya balasan pengorbanan yang telah kau berikan
Dan ketika menjadi diri sendiri membuatmu memuntahkan segenap peluru ketidak-sukaan yang langsung merobohkan kepercayaan
Maka, aku tidak akan pernah bisa memenangkan sayembara pertemananmu
Berikut dengan segala syarat dan ketentuan yang berlaku
Langganan:
Postingan (Atom)